Haruskah Orang Kristen Memeluk Islam?

Sebelum pertanyaan ini dijawab, kita perlu tegaskan terlebih dulu bahwa pada dasarnya Islam adalah agama yang menjamin kebebasan beragama. “Tidak ada paksaan dalam agama” (QS. 2: 256). Karena iman yang dipaksakan tidak akan melahirkan ketulusan dan kejujuran, melainkan hanya akan melahirkan kebohongan dan menyemai kemunafikan. Hampir semua Muslim menyadari fakta tersebut.  

Karena itu, al-Quran tegas mengatakan bahwa “barang siapa yang ingin beriman, maka hendaklah dia beriman. Barang siapa yang ingin kafir, maka biarlah dia menjadi orang kafir.” (QS. 18: 29). Islam mempersilakan Anda untuk memilih keyakinan apa saja. Karena kelak Anda sendirilah yang akan mempertanggungjawabkan pilihan Anda itu di hadapan Allah Swt. Jadi, menyangkut urusan pilih memilih agama, Islam memberikan kebebasan dalam itu.  

Kendati demikian, adanya jaminan kebebasan dalam beragama bukan berarti Islam membenarkan semua agama. Kebebasan beragama itu satu hal, benar atau tidaknya agama yang dipeluk oleh seseorang itu hal yang lain lagi. Menyangkut kebenaran agama, al-Quran secara tegas menyatakan bahwa agama yang diridai oleh Allah Swt hanyalah Islam (QS. 3: 19). Dan barang siapa yang menginginkan agama selain Islam, maka tidak akan diterima. Dan di akhirat kelak dia termasuk orang-orang yang merugi. (QS. 3: 85)

Dari sini boleh jadi muncul pertanyaan, kalau Islam hanya memandang dirinya sebagai satu-satunya agama yang benar, lantas apakah itu artinya Islam memaksa setiap orang untuk memeluk ajarannya? Jawabannya tidak. Islam hanya datang sebagai petunjuk. Ia hadir sebagai tuntunan yang meluruskan berbagai penyimpangan. Islam datang untuk menuntun umat manusia menuju jalan yang benar. Yang salah harus dikatakan salah. Yang benar perlu dikatakan benar.

Jika mereka menolak, Islam tetap menghormati pilihan itu. Bahkan dia melarang umatnya untuk mencaci maki dan menghina sesembahan umat agama lain (QS. 6: 108). Dan kitapun diperbolehkan untuk hidup berdamai dengan siapa saja, selama mereka tidak memerangi dan mengeluarkan kita dari tempat tinggal kita sendiri. (QS. 60: 8).

Jadi, kalau pertanyaannya apakah Islam memaksa atau tidak, jawabannya jelas bahwa paksaan itu tidak pernah ada. Tetapi apakah orang-orang non-Muslim diharuskan memeluk ajaran Islam? Dalam tulisan ini, saya menyebut pemeluk agama Kristen, meskipun tentu saja pertanyaan serupa berlaku bagi pemeluk agama lain. Apakah orang-orang Kristen harus memeluk ajaran Islam, dan beriman pada kenabian Nabi Muhammad Saw?

Karena tidak ada paksaan, maka jawabannya berpulang pada pilihan Anda masing-masing. Mau beriman, silakan. Tidak juga tidak apa-apa. Tapi, kalau Anda menginginkan kesempurnaan iman, panduan hidup yang menyeluruh, dan jaminan keselamatan di alam akhirat, maka tentu saja jawabannya adalah harus. Karena Islam tak memberikan jalan keselamatan bagi umat agama lain, dengan agama yang mereka miliki.

Apakah itu artinya semua orang di luar Islam pasti akan masuk neraka? Tidak ada ulama Muslim yang mengiyakan pertanyaan itu. Karena orang di luar Islam tidak semuanya menolak serta memusuhi Islam. Adakalanya orang tidak memeluk Islam, karena belum sampai kepadanya ajakan untuk memeluk agama itu. Atau sudah sampai, tapi masih kabur, sehingga yang bersangkutan masih merasa perlu untuk terus melakukan pencarian. Itu semua mungkin terjadi. Karena itu, klaim yang menyebut Islam sebagai satu-satunya agama yang benar tidak serta merta mengharuskan kita untuk berkeyakinan bahwa semua orang di luar Islam pastilah akan masuk neraka jahannam.

Islam adalah satu-satunya agama yang diridai oleh Tuhan, karena itulah satu-satunya agama yang diturunkan oleh Tuhan kepada para nabi, sejak nabi Adam hingga Nabi Muhammad Saw. Itu sebabnya, para nabi terdahulu, sebagaimana terbaca dalam sejumlah ayat al-Quran, menyebut diri mereka sebagai Muslim. Baik Musa, Isa maupun Muhammad Saw semuanya adalah nabi-nabi yang datang dengan ajaran Islam. Semuanya adalah Muslim. Tidak ada satupun di antara mereka yang mengklaim dirinya sebagai Tuhan.

Karena itu, kalau ada agama yang mempertuhan salah seorang di antara mereka, maka pastilah agama itu telah menyimpang dari ajaran tauhid. Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw datang dengan ajaran tauhid, dan berupaya untuk mengoreksi keyakinan-keyakinan yang menyimpang itu. Dan kalau Anda mempertahankan keyakinan Anda sebagai seorang Kristen, maka Anda akan mengingkari kenabiannya, beserta ajaran yang dia bawa. Padahal dia adalah utusan Allah seperti halnya Musa dan Isa As.

Karena itu, kalau Anda memeluk ajaran Kristen, maka keimanan Anda, menurut ajaran Islam, tidak bisa dikatakan sempurna. Dengan mengimani ajaran Kristen, maka Andapun tidak akan percaya dengan salah satu kitab suci yang diturunkan-Nya. Yaitu al-Quran. Meskipun Anda percaya dengan kitab suci yang lain. Dan lagi-lagi penolakan itu tidak menjadikan iman Anda sebagai iman yang sempurna.

Walhasil, kalau Anda menginginkan kesempurnaan iman, dan keselamatan di alam akhirat, maka memilih ajaran Islam adalah keniscayaan bagi Anda. Tapi bagaimana kalau orang Kristen tidak mau? Inilah menariknya agama kita. Islam akan tetap menghormati pilihan itu, seraya tidak menjadikan perbedaan agama sebagai alasan untuk memunculkan sengketa. Orang-orang di luar Islam tetap akan dipandang sebagai saudara yang berhak mendapatkan perlakuan normal.

Kalau tidak mau, ya sudah. Yang penting sudah diajak dan diluruskan. Ini tidak jauh beda seperti halnya saya, misalnya, ingin mengajak Anda jalan-jalan menuju sebuah taman. Saya mengatakan kepada Anda bahwa taman itu indah, dipenuhi pepohonan rindang, pemandangan yang menawan, dan keindahan-keindahan lainnya. Dan saya tidak memaksa. Kemudian Anda menolak. Pertanyaannya, apakah penolakan itu mengharuskan saya untuk menjadikan Anda sebagai musuh? Tidak. Itu terserah Anda. Itu pilihan Anda. Dan saya, sebagai orang yang mengajak, tetap harus menghormati pilihan itu.

Begitu juga halnya dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad Saw, dan nabi-nabi lainnya. Mereka datang sebagai tuntunan dan petunjuk bagi siapa saja yang ingin memperoleh keselamatan di hari akhirat, dan kebahagiaan selama hidup di alam dunia. Kalau Anda menginginkan kesempurnaan iman, dan mendambakan kebahagiaan itu, maka Islam datang untuk menawarkannya. Sekali lagi menawarkan, bukan memaksakan.

Dengan menjadi Muslim, maka Anda akan mengimani semua utusan Allah, semua kitab sucinya, malaikatnya, dan semua ajaran yang dibawa oleh nabi-nabi-Nya. Tidak ada satupun yang boleh Anda ingkari. Dan tidak ada satupun yang Anda beda-bedakan. Semua rasul wajib Anda imani. Dan semua kitab suci tak boleh Anda tolak.  

Semua nabi berasal dari Allah. Semua kitab suci juga berasal dari Allah. Kalau kita beriman kepada Allah, dengan keimanan yang tulus dan jujur, maka konsekuensinya kita harus beriman pada semua utusan Allah. Tanpa dibeda-bedakan. Sekali Anda mengingkari satu saja dari utusan itu, maka keimanan Anda tidak sah. Karena mengingkari utusan Allah sama saja dengan ingkar kepada Allah.

Adakah di dunia ini agama yang mengajarkan kesempurnaan iman dan kelengkapan tuntunan hidup seperti halnya Islam? Saya belum menemukan. Dan jika ada yang menemukan, tentu saja kita mempersilakan yang bersangkutan untuk tampil mengemukakan jawaban. Demikian, wallahu ‘alam bisshawab.

Bagikan di akun sosial media anda